Ciri Hutan Mangrove

Apa Saja Ciri-Ciri Hutan Mangrove?

Rembang – KeMANGTEER. Hutan mangrove, atau yang sering disebut juga hutan bakau (yang merujuk pada salah satu jenis mangrove, yaitu Rhizophora), adalah ekosistem unik yang terbentuk di daerah pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini dicirikan oleh formasi tumbuhan mangrove yang mampu bertahan hidup di lingkungan air asin dan berlumpur, serta mengalami banjir periodik akibat pasang surut.

 

Berikut ini adalah ciri-ciri hutan mangrove:

  1. Tumbuh di Wilayah Pesisir: Hutan mangrove tumbuh di daerah pantai yang terkena pasang surut air laut, seperti muara sungai, teluk, laguna, dan rawa-rawa pantai.
  2. Tahan terhadap Air Asin (Salinitas Tinggi): Tumbuhan mangrove bisa hidup di lingkungan dengan air payau hingga asin karena memiliki kemampuan khusus untuk menyaring garam.
  3. Memiliki Jenis Akar yang Unik: Akar mangrove menyesuaikan diri dengan kondisi tanah berlumpur dan tergenang, seperti: Akar tunjang (contoh: Rhizophora). Akar napas atau pneumatofora (contoh: Avicennia). Akar lutut atau akar melengkung.
  4. Tanah Berlumpur dan Kaya Bahan Organik: Tanah tempat tumbuh mangrove umumnya lembek, berlumpur, dan kaya unsur hara, hasil endapan dari sungai dan laut.
  5. Habitat Berbagai Biota: Hutan ini menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi ikan, udang, kepiting, burung air, dan reptil.
  6. Vegetasi Khusus: Didominasi oleh tumbuhan mangrove sejati, seperti: Rhizophora (bakau), Avicennia (api-api), Sonneratia (pedada), dan Bruguiera.
  7. Mengalami Pasang Surut: Daerah hutan mangrove tergenang saat pasang dan kering saat surut, dua kali sehari.
  8. Iklim Tropis: Umumnya tumbuh di daerah beriklim hangat dan lembap, seperti kawasan tropis dan subtropis.

Penjelasan ini menggambarkan bahwa hutan mangrove adalah ekosistem yang khas dan sangat penting bagi lingkungan pesisir. (ADM).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Share via
Copy link