Semarang – KeMANGTEER. Penanaman mangrove Semarang kembali menjadi bagian penting dari gerakan pelestarian ekosistem pesisir yang dilakukan oleh Relawan KeMANGTEER Semarang. Dalam kegiatan ini, relawan turut serta mendukung program penanaman dan pemantauan 250 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus dukungan terhadap upaya tebus jejak emisi karbon melalui ekosistem karbon biru. (26/10/2025).
Kegiatan ini melibatkan volunteer dari Semarang dan Magelang yang ikut mendampingi program penanaman mangrove bersama Mangrove Tag kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Research n’ Business (Rn’B), Universitas Diponegoro (UNDIP). Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman bibit, tetapi juga menekankan pentingnya edukasi, pendampingan teknis, dan pemantauan agar bibit mangrove memiliki peluang tumbuh lebih baik.
Penanaman Mangrove Semarang Bersama Relawan KeMANGTEER
Relawan KeMANGTEER Semarang yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Muhammad Dani Anwar, mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Tidar, Magelang, dan Muhamad Dafiq Al Haqi, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Diponegoro, Semarang. Keduanya merupakan relawan terpilih dari Open Recruitment Relawan KeMANGTEER Semarang Periode Oktober 2025.
Dani dan Dafiq terpilih karena memiliki semangat kuat dalam gerakan relawan lingkungan, khususnya dalam pelestarian ekosistem mangrove yang berkelanjutan. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa anak muda memiliki peran penting dalam memperluas aksi konservasi pesisir. Melalui kegiatan seperti ini, relawan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu memastikan proses penanaman berjalan dengan tepat.
Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di Sekretariat Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI). Sebanyak 180 mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam UKM Rn’B turut hadir bersama Tim Mangrove Tag dan Relawan KeMANGTEER Semarang. Suasana kegiatan berlangsung antusias sejak awal karena para peserta tidak hanya mengikuti aksi lapangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya mangrove bagi pesisir.
Relawan KeMANGTEER Semarang melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove di Semarang.
Edukasi dan Pendampingan Penanaman Bibit Mangrove
Setelah peserta berkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh Tim Mangrove Tag serta Relawan KeMANGTEER Semarang. Pendampingan ini penting agar peserta memahami alur kegiatan, teknik penanaman, serta tujuan ekologis dari aksi yang dilakukan.
Peserta kemudian berjalan kaki menuju lokasi penanaman di kawasan pesisir Pantai Mangkang Wetan, SMC Jateng. Lokasi ini menjadi salah satu kawasan penting untuk edukasi dan rehabilitasi mangrove di Semarang karena memiliki hubungan langsung dengan ekosistem pesisir yang perlu terus dijaga.
Sesampainya di lokasi penanaman, kegiatan dibuka oleh Master of Ceremony (MC) melalui rangkaian sambutan. Setelah itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai mangrove, manfaatnya bagi lingkungan, serta tata cara penanaman bibit mangrove yang tepat. Edukasi ini menjadi bagian penting karena keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh kesesuaian teknik, lokasi, dan pemantauan setelah penanaman.
Dalam sesi praktik, Dani dan Dafiq turut memandu mahasiswa serta relawan untuk melakukan penanaman bibit mangrove. Mereka memperagakan cara menanam bibit dengan benar, termasuk memperhatikan posisi bibit, kedalaman tanam, dan penguatan bibit agar lebih stabil di area berlumpur. Dengan pendampingan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami bahwa menanam mangrove membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab jangka panjang.
Mendukung Tebus Jejak Emisi Karbon Melalui Mangrove
Penanaman mangrove memiliki peran strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Mangrove dikenal sebagai bagian dari ekosistem karbon biru yang mampu menyimpan karbon dalam biomassa dan sedimen pesisir. Karena itu, kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove menjadi langkah penting dalam mendukung upaya tebus jejak emisi karbon secara berbasis alam.
Dani menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat mengesankan karena ia dapat terlibat langsung bersama Mangrove Tag dan UKM Rn’B dalam penanaman serta pemantauan bibit mangrove di Semarang.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya dapat bersama-sama dengan Mangrove Tag dan UKM Rn’B melaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove secara langsung di Semarang,” kata Dani. “Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dalam upaya mitigasi perubahan iklim karena manfaatnya sebagai ekosistem karbon biru di bumi,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kegiatan relawan bukan hanya tentang aksi sesaat, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan keberlanjutan. Mangrove yang ditanam hari ini membutuhkan pemantauan agar dapat tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi lingkungan serta masyarakat pesisir di masa mendatang.
Relawan Mangrove dan Kesadaran Kolektif Pesisir
Kegiatan penanaman dan pemantauan 250 bibit mangrove ini berjalan dengan antusias dan lancar hingga akhir. Acara ditutup pada pukul 10.30 WIB dengan foto bersama setelah seluruh rangkaian penanaman dan pemantauan dilaksanakan.
Melalui aksi ini, Relawan KeMANGTEER Semarang berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir, khususnya ekosistem mangrove. Kawasan mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari menahan abrasi, menjadi habitat biota pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, hingga membantu menyerap karbon.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut terlibat dalam pelestarian lingkungan. Partisipasi mahasiswa, komunitas, relawan, dan mitra kegiatan menjadi bukti bahwa konservasi mangrove membutuhkan kolaborasi. Semakin banyak pihak yang memahami pentingnya mangrove, semakin besar pula peluang ekosistem pesisir untuk pulih dan tetap lestari.
Penanaman mangrove Semarang bersama Relawan KeMANGTEER Semarang, Mangrove Tag, dan UKM Rn’B UNDIP menjadi contoh bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar bagi lingkungan. Dengan edukasi, pendampingan, penanaman, dan pemantauan yang berkelanjutan, mangrove tidak hanya ditanam, tetapi juga dijaga agar benar-benar tumbuh menjadi pelindung pesisir dan warisan lingkungan bagi generasi mendatang. (ADM/ARH/AP).



